Bukan Cuma Cari Tim, Ini Tugas Usman sebagai Korwil Priangan Timur di Jabar Junior League 2026

18-09-2026 13:26:59
Updated:  1 second ago
Bukan Cuma Cari Tim, Ini Tugas Usman sebagai Korwil Priangan Timur di Jabar Junior League 2026

USMAN PENGHUBUNG SSB: Usman, Korwil JJL 2026 untuk wilayah Priangan Timur, menjadi penghubung SSB dengan penyelenggara. Koordinasi meliputi sosialisasi, pendaftaran, administrasi, pembayaran, hingga informasi teknis kompetisi.

KOMPETISIA.ID, PRIANGAN TIMUR - Kompetisi tidak dimulai ketika peluit berbunyi. Ia dimulai jauh sebelumnya—ketika seseorang mengetuk pintu sekolah, menghubungi klub, meyakinkan pelatih, sampai memastikan satu tim benar-benar siap mendaftar. 

Di Priangan Timur, pekerjaan semacam itu berada di tangan Usman, Korwil Jabar Junior League (JJL) 2026.

Usman bukan sekadar nama yang muncul di poster pendaftaran. Sebagai koordinator wilayah, ia menjadi penghubung antara penyelenggara dengan tim-tim di wilayah Priangan Timur. 

Informasi kompetisi harus sampai. Pertanyaan peserta harus terjawab. Data tim harus terverifikasi. Dan yang paling penting, komunikasi antara peserta dan panitia tidak boleh putus di tengah jalan.

KLIK LINK INI UNTUK TAHU CARA DAFTAR JJL 2026

“Korwil itu menjadi kepanjangan tangan JJL di wilayah. Tugasnya bukan hanya mengajak tim mendaftar, tetapi memastikan informasi kompetisi diterima dengan benar dan proses peserta berjalan sesuai ketentuan,” kata Projek Manager JJL 2026, Rinal Taufik.

Di sinilah pekerjaan Korwil sering terlihat sederhana dari luar, tetapi cukup panjang di belakang layar. 

Usman perlu melakukan sosialisasi kompetisi, menjaring calon peserta, membantu proses pendaftaran, mengawal kelengkapan administrasi, sekaligus menjaga komunikasi dengan klub, sekolah, akademi, maupun komunitas sepak bola yang berada di wilayah kerjanya.

Korwil juga berfungsi sebagai mata dan telinga penyelenggara di daerah. Ketika ada kendala pendaftaran, perubahan informasi, atau pertanyaan teknis dari peserta, persoalan tersebut perlu diteruskan melalui jalur komunikasi yang jelas. Dengan begitu, peserta tidak menerima informasi yang simpang siur.

“Yang kami harapkan dari Korwil adalah komunikasi yang aktif. Mereka harus mengetahui kondisi tim di wilayahnya, siapa yang sudah mendaftar, siapa yang masih proses, dan kendala apa yang sedang dihadapi,” ujar Rinal.

Untuk Priangan Timur, peran Usman menjadi bagian dari proses memperluas jangkauan peserta JJL 2026. 

Bukan hanya soal jumlah tim yang masuk, tetapi juga bagaimana calon peserta mendapatkan informasi yang lengkap sejak awal. Sebab, satu kesalahan informasi bisa membuat proses administrasi ikut berantakan.

Karena itu, tugas Korwil dapat diringkas dalam beberapa pekerjaan utama: sosialisasi kompetisi, mencari dan menghubungi calon peserta, membantu pendaftaran, mengawal pembayaran, memastikan data peserta lengkap, menjaga komunikasi dengan tim, serta menyampaikan perkembangan dan kendala wilayah kepada manajemen JJL.

Dari sisi peserta, biaya pendaftaran JJL 2026 ditetapkan Rp1.500.003 untuk pembayaran penuh. Peserta juga dapat menggunakan skema DP 50 persen sebesar Rp750.003. 

Angka 3 pada nominal pembayaran tersebut merupakan kode pembayaran wilayah Priangan Timur. Sisa pembayaran sebesar Rp750.003 ditetapkan paling lambat 18 Oktober 2026.

“Skema pembayaran kami buat agar peserta mempunyai pilihan. Yang menggunakan DP harus memperhatikan batas pelunasan, sehingga seluruh administrasi bisa selesai sebelum memasuki tahapan teknis kompetisi,” jelas Rinal. Setelah proses administrasi dan pembayaran selesai, agenda berikutnya adalah Technical Meeting pada 21 Oktober 2026.

Untuk pendaftaran dan informasi wilayah Priangan Timur, peserta dapat menghubungi Korwil Usman di 082116382619. Peserta juga dapat berkomunikasi dengan Admin JJL 2026, Bu Irna di 0811212723 atau Pak Daniawan di 089527157209. 

Pembayaran dilakukan melalui BCA Syariah atas nama PT Kompetisia Arena Nusantara, rekening 0591192026. Pada akhirnya, tugas Korwil memang bukan pekerjaan yang selesai setelah mendapatkan satu formulir pendaftaran. Justru setelah itu pekerjaan dimulai: memastikan tim benar-benar masuk ke dalam sistem kompetisi dan siap melangkah ke lapangan. (*)