JANJI 300 PERSEN! PERSIB BIDIK TIGA POIN DI THAILAND, IKHWAN TANAMAL SIAP TEMPUR
Oktober bukan bulan biasa bagi Maung Bandung. Tujuh pertandingan, tiga kompetisi, dan satu misi di Thailand: membawa pulang tiga poin dari markas Port FC. Foto persib.id.
KOMPETISIA.ID, PERSIB - Ada janji yang menarik dari Persib. Bukan 100 persen. Bukan 200 persen. Tetapi 300 persen!
Yang mengucapkan janji itu Ikhwan Tanamal, bek kiri Maung Bandung. Lawannya Port FC. Tempatnya Thailand. Targetnya sudah jelas: tiga poin.
Kedengarannya meyakinkan. Bahkan sangat meyakinkan. Tetapi sepak bola punya kebiasaan yang agak menyebalkan: semangat sebelum pertandingan tidak otomatis berubah menjadi gol setelah pertandingan. Di situlah menariknya perjalanan Persib kali ini.
Pada 8 Oktober 2026, Persib dijadwalkan bertandang ke markas Port FC dalam ajang ASEAN Club Championship. Persiapan sudah berjalan.
Skuad mulai mematangkan diri. Namun, ada pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah persentase semangat: menjaga kebugaran pemain. Sebab, Oktober akan menjadi bulan yang panjang bagi Persib.
Tujuh Pertandingan, Tiga Kompetisi
Dalam sebulan, Persib akan memainkan tujuh pertandingan di tiga kompetisi berbeda: Super League, AFC Champions League Two, dan ASEAN Club Championship.
Tujuh pertandingan itu bukan sekadar tujuh kali turun ke lapangan. Ada perjalanan jauh, waktu pemulihan yang terbatas, dan risiko pemain kehabisan tenaga sebelum kompetisi selesai.
Jadwal Persib pada Oktober bahkan sudah memperlihatkan betapa rapatnya agenda tersebut. Setelah melawan Port FC pada 8 Oktober, Persib dijadwalkan menghadapi Dewa United pada 11 Oktober, The Cong-Viettel FC pada 14 Oktober, dan Persik pada 18 Oktober.
Bagi pelatih, tantangannya bukan hanya menentukan siapa yang paling bagus bermain. Tetapi juga siapa yang paling siap bermain pada hari itu.
Pemain yang tampil hebat pada pertandingan pertama belum tentu berada dalam kondisi terbaik tiga hari kemudian. Di sepak bola, kaki juga punya hak untuk meminta istirahat.
Dan ketika beberapa pemain masih menjalani pemulihan, persoalan rotasi menjadi semakin penting.
Persib tidak cukup hanya memiliki sebelas pemain utama. Persib membutuhkan pemain cadangan yang bisa masuk tanpa membuat keseimbangan permainan berubah. Di sinilah kesempatan Ikhwan Tanamal menjadi menarik.
Ikhwan Menunggu Kesempatan
Ikhwan tidak sekadar bicara tentang kemenangan tim. Ia juga punya target pribadi: mendapat kepercayaan dari pelatih.
"Target saya, semoga dikasih kepercayaan sama pelatih. Saya akan kasih yang 100%, kasih maksimal buat tim. Ya itu saja. Semoga masyarakat Bandung doakan kami di Shopee Cup nanti. Ya semoga kita bisa meraih tiga poin di Thailand," tutur Ikhwan.
Kalimatnya sederhana. Tidak meminta jaminan menjadi pemain utama. Tidak pula menuntut tempat di sebelas pertama. Ia hanya ingin diberi kesempatan.
Bagi pemain yang sedang membangun kepercayaan pelatih, kesempatan bermain adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan janji. Ia harus diperoleh lewat latihan, kesiapan, dan penampilan ketika kesempatan itu datang.
Ikhwan sudah memiliki pengalaman tampil di kompetisi Asia. Ia masuk sebagai pemain pengganti ketika Persib mengalahkan FC Seoul 1-0 pada 16 September 2026.
Pengalaman seperti itu tentu bisa menjadi modal. Tetapi Port FC menghadirkan tantangan yang berbeda.
Persib harus menghadapi tim papan atas Thailand yang juga tampil di AFC Champions League Elite. Artinya, kualitas lawan tidak bisa dianggap enteng. Ikhwan memahami hal tersebut.
"Kami tahu Thailand lawan yang kuat, papan atas di liganya. Kami sudah persiapan matang-matang, sudah mempersiapkan dari kepulangan kita dari Jepara. Kami pasti akan kasih yang terbaik buat Bandung dan insyaallah kami bisa meraih tiga poin di Thailand," ujarnya.
Tiga Poin Lebih Penting daripada Tiga Ratus Persen
Ada satu hal yang perlu diingat dari semua pernyataan itu. Persib sudah memiliki target. Ikhwan sudah menyatakan kesiapan. Persiapan tim juga sudah berjalan. Tetapi pertandingan belum dimainkan.
Bagi Bobotoh, janji 300 persen memang menarik. Bisa menjadi bahan optimisme, bisa pula menjadi bahan candaan di warung kopi. Namun, ukuran sesungguhnya tetap ada di lapangan.
Apakah Persib bisa menjaga konsentrasi? Apakah pemain yang masih menjalani pemulihan bisa kembali tepat waktu? Apakah rotasi berjalan baik? Dan apakah peluang yang didapat bisa dikonversi menjadi gol?
Itulah pertanyaan yang lebih penting daripada berapa kali angka 100 disebutkan. Port FC menunggu di Thailand. Oktober menunggu dengan tujuh pertandingan. Dan Persib harus membuktikan bahwa semangat besar itu bisa berjalan beriringan dengan kesiapan fisik dan permainan yang efektif.
Sebab, pada akhirnya, Bobotoh tidak membutuhkan Persib bermain dengan semangat 300 persen selama 90 menit.
Bobotoh hanya ingin satu hal: tiga poin dibawa pulang. (*)